04 May 2009

NABI IBRAHIM INGIN MELIHAT BAGAIMANA MAKHLUK YANG SUDAH MATI DIHIDUPKAN KEMBALI OLEH ALLAH.

Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya, ingin terlebih dahulu mempertebalkan iman dan keyakinannya, mententeramkan hatinya serta membersihkannya dari keraguan yang mungkin mengganggu fikirannya.

Lantas beliau memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati. Berserula ia kepada Allah: "Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati". Allah menjawab seruannya dengan berfirman: "Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku?" Nabi Ibrahim menjawab: "Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepalaku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan hati dan supaya makin tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kekuasaan-Mu".

Allah memperkenankan permohonan Nabi Ibrahim lalu diperintahkan kepada beliau untuk menangkap empat ekor burung. Setelah memperhati dan meneliti bahagian-bahagian burung itu, beliau pun memotongnya dan memisahkan setiap bahagian serta mencampurkan bahagian-bahagian tersebut. Lalu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat buah bukit yang berjauhan diantara satu dengan yang lain. Setelah melakukan seperti apa yang telah diisyaratkan oleh Allah, Nabi Ibrahim diperintahkan sekali lagi untuk memanggil burung-burung yang sudah bercerai bahagian tubuhnya dan terpisah jauh diantara satu bahagian dengan bahagian yang lain tadi.

Dengan izin Allah dan kuasa-Nya, datanglah berterbangan empat ekor burung tadi dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala. Apabila mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya, lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di hadapannya. Melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah Yang Maha Berkuasa dapat menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati, sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dan dengan demikian tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententeramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya, bahawa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dapat menghalang atau menentangnya dan hanya berkata "Kun" yang difirmankan oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang dikehendaki "Fayakun".
Dari Abdullah bin Amru r.a, Nabi S.A.W. bersabda, "Ada dua perilaku yang jika keduanya dibiasakan oleh seorang Muslim, maka ia akan masuk syurga. Ia sangat mudah dilakukan, namun yang melakukannya sangat sedikit. Kalimah itu adalah bertasbih setiap selesai shalat sebanyak 10 kali, bertahmid sebanyak 10 kali, dan bertakbir 10 kali.Semuanya ada 150 kali diucapkan dengan lisan, namun ia adalah 1500 kali menurut timbangan Allah.

Dan bertakbirlah sebanyak 34 kali jika hendak tidur, bertahmid sebanyak 33 kali dan bertasbih sebanyak 33 kali. Jumlahnya adalah sebanyak 100 kali jika diucapkan secara lisan, namun 1000 kali jika menurut timbangan Allah".

Aku telah melihat Rasulullah S.A.W. melakukannya. Kemudian mereka bertanya, "Bagaimana mungkin beliau mengatakan kedua-dua hal ini mudah dan yang melakukannya adalah sedikit?" Kemudian beliau mengatakan, "Syaitan mendatangi salah satu daripada kalian ketika ia tidur. Maka ia akan membuatnya tertidur sebelum mengucapkan kalimah tadi. Dan juga syaitan akan mendatangi seseorang dalam shalatnya, dan mengingatkannya tentang sesuatu dalam shalatnya".

(HR. Turmudzi)
"Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), nescaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya".
(An-Nisa':40)


"Barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung".
(Al-Mu'minun:102)

"Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam".
(Al-Mu'minun:103)